Kamis, 31 Maret 2016

Anak kuliyahan.com. Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) kembali digegerkan oleh kehadiran pelaku pencurian laptop mahasiswa di perpustakaan UIN SU. Kali ini dia melaksanakan aksinya sekitar pukul 13.00 WIB dan berhasil ditangkap oleh pihak keamanan dan perpustakaan di depan pintu perpustakaan ketika dia hendak keluar. Kemudian pelaku segera dibawa ke Birokrat untuk di proses, Rabu (30/03).
Melalui pantauan CCTV, Diduga pelaku merupakan orang yang telah lama melakukan tindak pencurian di UIN SU. Pihak perpustakaan sendiri awalnya sudah mengintai gerak-gerik pelaku. Seperti yang diungkapkan salah satu penjaga pengganti perpustakaan, M. Aditya, ”Sebenarnya pihak perpustakaan sendiri udah tau lama ada kehilangan itu. Jadi udah dikontrol lama dari CCTV yang ada. Kita pun udah ambil capture foto dia. Bisa dikatakan dia, karena dari ciri-ciri yang ada walaupun kurang jelas, tapi dari penampilannya itu dia. Dia memang udah jadi bahan incaran kami, mulai hari kamis kami pantau dia secara khusus, kebetulan dia tadi datang,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa pelaku yang mengaku bernama Joko Prayetno tersebut sempat membuka dua loker penyimpanan barang-barang mahasiswa, namun tidak jadi mencuri. “Dia tadi sempat buka dua laci dari ujung sana. Tapi satpam belom beraninangkap karena dia nggak jadi ambil,” lanjutnya sambil menunjuk loker tersebut.
Pelaku tersebut mengaku bukan mahasiswa UIN SU, dia mengaku berasal dari rantau namun dia memegang beberapa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan kartu perpustakaan milik mahasiswa UIN SU.
Ketika diproses oleh pihak Birokrat dan kepolisian, pelaku mengaku telah menjual dua laptop merk acer hasil curiannya ke Merak Jingga. “Saya mulai datang untuk mengambil laptop itu bulan Januari. Awalnya saya masuk ke perpus untuk mencari target. Tapi ketika saya mau masukkan tas keloker, saya melihat ada laptop di loker. Karena waktu itu saya lagi butuh uang membayar bank, jadi saya ambil laptopnya merk acer dan saya jual ke Merak Jingga. Dan laptop kedua itu saya ambil sekitar bulan Maret. Itu merk acer warna putih,” tulis pria yang mengaku tinggal di Masjid daerah Tembung tersebut dalam sebuah kertas sebagai pengakuannya.
Rizka, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semester VI berharap agar keamanan kampus lebih ditingkatkan. “Semoga pengawasan keamanan lebih ditingkatkan lagi. Agar mahasiswa merasa aman dan nyaman berada di kampus,” tuturnya.
 Foto : Dinamika

Kamis, 24 Maret 2016

UIN-SU BERDUKA

ANAK KULIAH,Medan-Dunia pendidikan Indonesia dan Sumatera Utara khususnya kembali berduka. Tokoh pendidikan yang juga Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), Prof DR Nur Ahmad Fadhil Lubis, MA telah berpulang ke Rahmatullah.
Berita duka ini disampaikan oleh Prof DR Syahrin Harahap yang merupakan rekan sejawat Prof Nur Ahmad Fadhil.
Rektor UIN-SU
“Saya mendapat kabar bahwa putra terbaik dalam dunia pendidikan Prof DR Nur Ahmad Fadhil telah wafat dengan tenang di Penang Malaysia,” katanya Senin (21/3/2016).
Prof Syahrin mengatakan, almarhum Prof Nur Ahmad Fadhil merupakan tokoh pemikir Islam yang memiliki sumbangsih besar dalam pendidikan Islam Indonesia. Salah satu bentuk sumbangsih terbesarnya yakni transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.
“Beliau berhasil mentransformasi dan senantiasa menerapkan semua ilmu dalam mengkaji Islam,” ujarnya.
Prof Syahrin yang juga guru besar UINSU ini menyebutkan, informasi yang diperolehnya dari pihak rektorat yang diterimanya menyebutkan, jenazah Prof Nur Ahmad Fadhil hari ini akan terlebih dahulu disholatkan di Masjid Penang, Malaysia sebelum diterbangkan ke rumah duka di Medan.
“Kita berdoa semoga amal ibadah beliau diterima disisiNya,” demikian Prof. Syahrin.